Sabtu, 21 April 2012

Tanpa Disadari, Iran Berada Di Bawah Naungan Presiden Yahudi


Khazali mencatat bahwa Ahmadinejad mengubah nama keluarganya. Aslinya, nama keluarganya adalah Saborjhian, dia mengatakan bahwa akar keluarga Saborjhian di kota Aradan masih harus terus diselidiki.
Khazali mengatakan bahwa Ahmadinejad mengubah nama Yahudinya di kartu tanda pengenal untuk menyembunyikan akar keturunan dan darah Yahudi yang mengalir dalam dirinya.
Para kerabat Ahmadinejad telah mengatakan kepada harian Inggris, The Guardian, sesaat setelah dia terpillih sebagai presiden Iran dulu, bahwa keluarganya memutuskan untuk mengganti nama keluarga. Alasan penggantian nama keluarga tersebut adalah gabungan antara "alasan keagamaan dan alasan ekonomi."

"Dengan pergantian nama keluarga tersebut, nama yang baru seolah mempelihatkan sebuah keluarga Islam taat dari kelas pekerja untuk kepentingan politik populis Ahmadinejad," demikian tulis wartawan Robert Tait di harian The Guardian. Nama Saborjhian sendiri berasal dari kata benang berwarna – berasal dari kata Sabor dalam bahasa Farsi – sebuah pekerjaan yang umum dan sederhana dalam industri karpet di propinsi Semnan, daerah Aradan. Ahmad, sebaliknya, merupakan nama yang juga dipergunakan juga untuk menyebut Nabi Muhammad dan artinya berbudi luhur, nejad berarti ras dalam bahasa Farsi, jadi Ahmadinejad bisa diartikan umat Muhammad yang berbudi luhur.
Meski selama ini dikenal sering melontarkan kata-kata makian yang kasar dan pedas terhadap Yahudi Israel, Khazali mengatakan bahwa presiden Iran tersebut bermaksud menyembunyikan fakta bahwa dirinya adalah seorang yang berdarah Yahudi. Oleh karena itu, Ahmadinejad seringkali "menyerang" Israel dan kaum Yahudi, untuk menciptakan kesan bahwa dirinya adalah seorang Muslim yang memegang teguh keyakinannya.
Ucapan Khazali tersebut dimuat dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Khazali sendiri yang berjudul, "Yahudi di Iran". Di dalamnya, dia mengatakan bahwa waktunya telah tiba untuk mengungkapkan kebenaran mengenai peranan Yahudi di Iran.
Komunitas Yahudi di Iran merupakan komunitas Yahudi terbesar di Timur Tengah, selain di Israel tentunya, dengan jumlah populasi yang mencapai 20.000 orang. Meski kaum Yahudi hanya hidup dalam standar kehidupan rata-rata, namun mereka sama sekali tidak mau beranjak dari Iran.
Komunitas Yahudi Iran adalah salah satu komunitas Yahudi tertua, dengan sebuah sejarah yang berumur 3.000 tahun lamanya. Yahudi Iran terkonsentrasi di tiga kota, Tehran, Isfahan, dan Shiraz.
Sejumlah besar komunitas Yahudi di Iran menjalankan usaha kecil-keclilan dalam bidang perdagangan dan usaha eceran. Sejumlah Yahudi dipekerjakan oleh pemerintahan atau perusahaan milik negara.
Komunitas Yahudi di Iran telah mengadaptasi era elektronik dan memiliki situs internet khusus untuk membantu komunitas Yahudi Iran dalam menggalang dana untuk memenuhi kebutuhan mereka. Para donatur untuk komunitas Yahudi Iran berasal dari luar negeri, dipimpin oleh Yahudi kaya asal Iran yang pindah dari Iran setelah terjadi revolusi, setiap tahunnya, dia menyumbangkan jutaan dollar kepada komunitas Yahudi Iran.
Sumbangan dana tersebut dipergunakan untuk mendanai biaya operasional 30 buah sinagog dan rumah sakit Yahudi di Tehran. Rumah sakit Yahudi tersebut dipandang oleh warga setempat sebagai rumah sakit yang berkualitas baik di Iran. Sebagian besar staf medisnya adalah Yahudi, dan keseluruhan biaya operasional rumah sakit tersebut mengandalkan pada donasi Yahudi.
Bulan Maret lalu, rumah sakit Yahudi tersebut bahkan mendapatkan sumbangan dana khusus, ketika ditelusuri, dana khusus tersebut berasal dari kantor presiden Iran Mahmud Ahmadinejad.
Masa Lalu Ahmadinejad
Rumah dari Mahmud Saborjhian muda tampak reyot dan tidak layak huni, tamannya sudah ditumbuhi oleh rerumputan liar dan dipergunakan untuk tempat bertenggernya ayam-ayam. Sumur tua yang dulu dipergunakan orangtuanya untuk menimba air minum telah berubah menjadi kering.
Hal tersebut adalah pemandangan masa lalu Iran. Namun bagi masyarakat Iran, pemandangan sekeliling di kota Aradan, yang terletak sekitar 80 mil di sebelah tenggara Tehran dan langsung berhubungan dengan jalur sutra, sangat berarti.
Kota tersebut adalah kota dimana presiden Iran, yang lebih dikenal dengan nama Mahmud Ahmadinejad, tumbuh dewasa. Dia merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara.
Keluarga Saborjhian menyewa rumah dua tingkat sebelum meninggalkan kawasan miskin tersebut pada akhir tahun 1950an untuk mencari kemakmuran dan kehidupan baru di Tehran. Ahmadinejad kecil kala itu baru berusia satu tahun lebih beberapa bulan.
"Pindah dari desa ke kota besar adalah sebuah hal yang umum dan biasa terjadi di masa itu, sehingga orang-orang yang tidak ingin menunjukkan silsilah keluarga mereka memutuskan untuk mengubah nama keluarga," kata Mehdi Shahhosseini, putra dari sepupu Ahmadinejad yang masih tinggal di Aradan.
Ahmadinejad memang berulangkali tertangkap basah tengah bertemu dengan para pemimpin Yahudi. Ahmadinejad memiliki hubungan yang harmonis dengan Yahudi. Semasa berada di New York, presiden Iran tersebut terlihat dengan antusias menyambut kedatangan sejumlah Rabbi Yahudi AS

Tak Berujung, Perang Afghanistan Kalahkan Rekor Vietnam


Duta Besar AS untuk Afghanistan dan Pakistan, Richard Holbrooke, memberikan laporan di Washington pada 13 Juli 2010. Holbrooke mengakui bahwa perang di Afghanistan lebih rumit daripada Vietnam. (Foto: AP)          WASHINGTON (Berita SuaraMedia) - Bulan lalu, Afghanistan melampaui Vietnam sebagai kampanye terpanjang dalam sejarah militer AS, kata  Senator AS John Kerry. Ini perbandingan yang tidak dapat dihindari, oleh pers, para pakar, dan sekarang, politisi.
Senator Kerry mengungkit perang AS yang gagal dekade yang lalu pada satu saat yang penting dalam masa Amerika.
"Ini adalah saat yang sulit dalam konflik Afghan," menurut Senator.
Ini adalah saat ketika pertanyaan tentang strategi dan kemajuan terikat, terlihat di sidang  dalam pemerintahan dan strategi AS di kawasan sipil. Orang yang bertanggung jawab atas usaha-usaha untuk Administrasi Obama itu, yang seorang veteran Vietnam sendiri, mencoba untuk membuat pelajaran sejarah itu.
"Saya ingin menggarisbawahi perbedaan mendasar antara dua perang, di Afghanistan keamanan nasional yang dipertaruhkan," kata Duta Besar AS Richard Holbrooke, utusan khusus ke Afghanistan dan Pakistan.
"Konstitusi Amerika Serikat mengharuskan bahwa sebelum pergi ke AS perang ada tindakan Kongres," kata anggota Kongres AS Denis Kucinich (D-OH) dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Russia Today.
Tapi seperti dalam Perang Vietnam, Kongres "tidak pernah mengajukan  prosedur yang sehubungan dengan perang di Afghanistan," menurut Kucinich. "Kami hanya beralih ke dalam perang dan komitmen jangka panjang."
Ini merupakan komitmen jangka panjang yang nampak melelahkan anggota parlemen yang ingin tahu masalah ini.
"Bukankah ini akan membantu presiden untuk setidaknya mengeluarkan jadwal fleksibel," tanya Senator AS Russ Feingold (D-WI).
Tentu  saja ia merujuk ke jadwal ketika AS keluar dari Afghanistan. Yang melampaui tanggal Juli 2011 untuk memulai penarikan yang Presiden AS Barack Obama tetapkan sebelumnya.
Ini tidak memberikan jaminan "bahwa ini tidak harus menjadi pendudukan yang berakhir terbuka," kata Senator Feingold.
Holbrooke menekankan bahwa AS  tidak berkomitmen untuk kalender apapun.
Tapi tetap, akhir permainan tidak jelas.
"Misi militer dan sipil berjalan di Afganistan tanpa definisi yang jelas tentang kesuksesan," kata Senator Richard Lugar (R-IN).
Duta besar yakin tentang keberhasilan reintegrasi Taliban, mulai minggu depan. Tapi sedikit tentang apakah Afghanistan tampaknya mendukung AS.
"Ini bukan di mana Anda memilih untuk membela tanah air Amerika," kata Holbrooke tentang Afganistan. "Ini tempat yang paling sulit secara logistik yang pernah AS  jalani dalam sejarah perang."
Tapi yang bisa mengakhiri pertarungan ini, dengan tidak adanya tanggal penarikan, dan jika  misi militer dan politik gagal?
"Kongres ini memiliki kemampuan untuk menghentikan perang dengan tidak mendanai itu," kata Kucinich.
Sementara anggota parlemen dan pejabat AS berbicara strategi dan mengintip keberhasilan di Afghanistan, ini datang di tengah meningkatnya kekerasan di wilayah tersebut. Juni adalah bulan paling berdarah sejak konflik dimulai. Seratus pasukan internasional tewas. Sejauh ini pada bulan Juli 45 tewas, 33 orang-orang Amerika. Dan dalam 24 jam terakhir saja, 12 telah tewas.
Strategi secara keseluruhan di Afghanistan adalah untuk meneruskan peran kepemimpinan dari Amerika Serikat dan pasukan koalisi kepada militer Afghanistan. Jake Diliberto dari Rethink Afghanistan namun mengatakan bahwa Afghanistan sama sekali belum siap untuk mengambil peran kepemimpinan.
"Para tentara Afghanistan tidak efektif, sehingga Taliban akan mendapatkan momentum dan sayangnya kecuali ada perundingan damai dan negosiasi perdamaian situasi akan selalu rawan," kata Diliberto.
Diliberto berpendapat bahwa Taliban adalah pola pikir generasi yang sangat tertanam dalam budaya. Ini adalah ideologi yang tidak bisa begitu saja bisa dikalahkan dengan kekuatan dan tidak ada jumlah uang yang akan membuat perlawanan Taliban berhenti.
"Alasan utama untuk bangkitnya Taliban adalah karena kita berada di desa dan lembah mereka. Kita seharusnya tidak ada di sana," kata Diliberto.
Dia menambahkan bahwa menggunakan dukungan proposal Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton  yang akan menggunakan dana untuk "membeli" anggota Taliban tidak akan bekerja.
"Ini akan sama halnya dengan menyuap anggota geng untuk mengadukan anggota geng yang lain" katanya. "Konsep ini benar-benar menggelikan."

Minggu, 15 April 2012

THE BRIGADE SLAVISTY


THE BRIGADE SLAVISTY


PEMBINA:ROHMAT BAVI



KETUA      :Ahmad Shafwany        





 ANGGOTA:

-Akhmad Farisi 














-Arkan Fadilah

 








-Fardhi  Fadillah Ramadhan










-Fathi M Sulton


























-Fauzi Rahmadian











-Hafidhz Sururi Herwanto











-Imran Muharier Nur














-Raden Bagas Sabarullah Al’amin


                                                         













                                                       THE BRIGADE SALAVISTY



Jumat, 13 April 2012

10 Gempa Terdasyat Di Dunia


22 Mei 1960 - Chile, gempa berskala 9,5 Skala Richter mengguncang Santiago dan Concepcion, menyebabkan gelombang laut dan ledakan gunung api. Sekitar 5000 orang terbunuh dan 2 juta orang kehilangan rumah.

28 Maret 1964
- Alaska, gempa dan tsunami yang terjadi sesudahnya membunuh 125 orang dan menyebabkan kerugian $310 juta. Gempa skala 9,2 SR ini menyerang Alaska dan bagian barat Yukon Territory serta British Columbia di Kanada.

26 December 2004
- Indonesia, gempa 9,1 SR menyerang pesisir Provinsi Aceh di Indonesia, menyebabkan tsunami yang membunuh 226 ribu orang di Indonesia, Sri Lanka, Thailand, India, dan sembilan negara lainnya.

4 November 1952 - Rusia, gempa 9 SR menyebabkan tsunami yang mencapai Kepulauan Hawaii. Tidak ada korban jiwa dalam gempa ini.

11 Maret 2011 - Jepang, gempa 9 SR menyerang Jepang, menyebabkan banyak korban. US Geological Survey memverifikasi gempa terletak di kedalaman 24,3 km dan pusatnya di 130,3 km timur Sendai, di pulau Honshu.

Gempa ini adalah yang terkuat yang pernah tercatat di Jepang. Tsunami yang terjadi setelah itu memicu krisis nuklir paling parah dalam 25 tahun terakhir. Lebih dari 15 ribu orang tewas akibat kombinasi gempa dan tsunami.

Filipina, Taiwan, dan Indonesia mengeluarkan peringatan tsunami. Peringatan tsunami dari Pacific Tsunami Warning Center mencapai Kolombia dan Peru.

27 Februari 2010 - Chile, gempa 8,8 SR dan tsunami menyebabkan tewasnya 500 orang dan kerusakan $30 miliar, merusak ratusan ribu rumah dan menghancurkan jalan-jalan tol serta jembatan.

31 Januari 1906 - Ekuador, gempa 8,8 SR menyerang pesisir Ekuador dan Kolombia, menyebabkan tsunami yang menewaskan 1000 orang. Getarannya terasa di sepanjang pesisir Amerika Tengah dan bahkan sampai San Francisco dan barat Jepang.

11 April 2012 - Gempa 8,7 SR menyerang Aceh, 495,6 km dari barat daya Banda Aceh. Getarannya terasa sejauh Singapura, Thailand, dan India.

4 Februari 1965 - Alaska, gempa 8,7 SR menghasilkan tsunami yang mencapai 10,7 meter tingginya di Pulau Shemya.

28 Maret 2005 - Gempa 8,6 SR di Nias, Sumatra membunuh 1300 orang.